Hidrofilik vs Hidrofobik

Hidrofilik dan Hidrofobik
Hidrofilik diambil dari dua kata yaitu hidro yang berarti air dan filik yang berarti suka. Jadi hidrofilik adalah zat yang dapat dilarutkan dalam air.
Sedangkan hidrofobik diambil dari kata hidro (air) dan fobik (tidak suka). Zat-zat yang bersifat hidrofobik adalah zat yang tidak dapat larut dalam air tetapi dapat larut dalam minyak.
Sifat kelarutan di sini ditinjau dari sifat kepolarannya. Dimana air adalah senyawa polar dan minyak adalah non polar. Jadi ketika suatu zat dicampurkan dengan suatu zat lain dengan sifat kepolaran yang sama maka zat tersebut dapat bercampur (larut). Hal ini pula yang menjelaskan kenapa air dan minyak tidak dapat bercampur, karena meraka memiliki sifat yang berbeda (polar & non polar).

Detergen
Detergen merupakan salah satu bahan yang mengaplikasikan pengetahuan mengenai hidrofilik dan hidrofobik. Bahan ini dibentuk dari senyawa dengan dua sifat tersebut. 

Detergen memiliki dua gugus yaitu kepala yang bersifat hidrofilik dan ekor yang bersifat hidrofobik. Ekor hidrofobik inilah yang mengangkat kotoran yang menempel pada baju dan kemudian dapat terlepas dari kain dan terlarut dalam air yang disebabkan daya tarik antara kepala hidrofilik dan air.
Umumnya kotoran yang menempel pada pakaian bersifat hidrofobik yang dipicu oleh adanya keringat sehingga pada orang dengan keringat berlebih pakainya cenderung lebih mudah kotor. Antara kotoran dan air, yang digunakan untuk membersihkan, memiliki sifat yang berbeda (polar & nonpolar) padahal dua zat yang berbeda sifat kepolarannya tidak dapat bercampur, oleh sebab itu untuk membersihkannya dibutuhkan detergen yang dapat menggabungkan antara kedua sifat tersebut (hidrofilik dan hidrofobik) sehingga kotoran yang melekat pada minyak dapat terlarut dalam air.
Jika anda ingat bagaimana serangga bisa tetap mengpung di atas air, maka mungkin anda langsung teringat pada tegangan permukaan air. Dimana air adalah zat cair dengan tingkat tegangan permukaan yang tinggi, karena sifat inilah yang akan menurunkan tingkat kemudahan air dalam proses mencuci. Dengan penambahan detergen tegangan permukaan air akan berkurang sehingga air mudah melintas ke serat-serat kain dan dengan gampangnya air akan mengambil kotoran yang melekat di sela-sela serat baju anda.




baca juga "Dodol dan Tegangan Permukaan, Apa hubungannya???"


6 komentar:

Achmad Shocheb mengatakan...

thanks buat infonya

Unknown mengatakan...

postingnya ngebantu banget bwt tugas aku di fharmacology, makasih :)

Ufy Rahmana mengatakan...

alhamdulillah, semoga manfaat ya

Ufy Rahmana mengatakan...

alhamdulillah...
semangat y blajar fharmacologyny :)

bayz mengatakan...

Makasih infonya mempermudah saya dalm memahami bio kimia :)

Ufy Rahmana mengatakan...

semangat y blajar biokimnya :)
semoga bisa menambah ilmu baru